Monday, July 25, 2005

Eri, Tekun dan Semangat HOBI jika ditekuni serius akan menghasilkan prestasi. Itu diyakini Eri Sinta Wati, siswi SMU Bopkri 2 (Boda) Yogya. Gadis kelahiran 12 September 1987 ini menggeluti modeling. Berkat ketekunannya berlatih, pengagum Audy dan Tipe-x ini jadi model cukup andal. Beberapa kali Eri meraih juara di lomba modeling. Di antaranya Juara Umum Fotogenic Pemilihan Top Model Bintang Pelajar Indonesia & Model Casual of The Year 2002 Tingkat Nasional dan Juara Umum Pemilihan Bintang Iklan Indonesia III Cover Boy Girl 2001 Tingkat Nasional. “Segala sesuatu harus dilalui lewat proses. Menang di berbagai lomba model itu juga melalui perjuangan. Tidak datang begitu saja,” ungkap Eri.
Modeling bagi Eri merupakan aktivitas yang tidak saja menyenangkan, tapi juga menguntungkan. Akunya, ia dapat wawasan dan pengalaman baru di bidang tersebut. Yang lebih positif lagi, Eri yang tinggal di Asrama Polri Pingit Yogya ini bisa mengetahui bagaimana kehidupan modeling yang sesungguhnya.
Anak kedua dari tiga bersaudara keluarga Ngatiman-Endang Kukilowati ini, dalam menjalani hidup selalu penuh semangat. Termasuk di modeling dan nyanyi. “Tanpa semangat, hidup tiada artinya. Hanya semangatlah yang mampu membuat hidup jadi indah,” tandasnya.
Selain ketekunan dan semangat, Eri menunjuk kedua orangtuanya sebagai orang yang berjasa dalam meraih prestasi.
“Tanpa dukungan orangtua, jelas saya tidak akan seperti sekarang. Makanya saya akan rajin belajar dan terus meraih prestasi, agar orangtua bangga dengan keberhasilan saya,” ucap Eri yang bercita-cita jadi arsitek

Tuesday, May 17, 2005


DANICA, FINALIS CUPAW 2005; Dari Modeling, Akting, Broadcasting GRAND Final Close Up Planet Acting & Writing (CUPAW) 2005 tingkat nasional diselenggarakan di Jakarta dan Bandung, 20-21 Mei mendatang. Sebanyak 12 Finalis akan beradu kebolehan merebut gelar terhormat yang secara otomatis akan menjadi bintang iklan produk pasta gigi terkenal itu. Salah satu finalis tersebut adalah Danica Vania Yosie Kendra, siswi kelas III IPS 5 SMA Bopkri 2 Yogya.



Danica selama ini dikenal sebagai model dan pemain sinetron. Di luar dua kegiatan itu, dia aktif di dunia broadcasting. Menjadi penyiar Star FM dan presenter Tugu TV. Di stasiun televisi swasta Yogya itu Danica disiapkan menjadi presenter acara musik. Soal mengampu acara, tak hanya di radio atau paket acara TV. Danica pun acap jadi MC di panggung musik seputar Yogya. Terutama acara-acara garapan Asproduction. Bakat modeling berkembang setelah mengikuti kursus di Papmi. Saat itu, Danica dinobatkan sebagai lulusan terbaik. Banyak kejuaraan modeling pernah dimenangkan gadis yang tinggal di Sanggrahan Maguwoharjo Depok Sleman ini. Dari modeling, Danica melebar ke akting. Pengalaman pertama, ikut membintangi film indie garapan Noerli Karno. Setelah itu, belajar dan dibimbing sineas kenamaan Indonesia, Rano Karno. Danica membintangi 2 sinetron panjang garapan Rano, Gita Cinta dari SMA dan Puspa Indah di Taman Hati. Di dua sinetron itu, ia memerankan Lusiana, adik Galih, tokoh utama yang diperankan Paundra. Di dunia kepenyiaran, dibimbing dua broadcaster kawakan Yogya, Bayu Saptomo dan Bedjess Santosa. Meski aktivitas di luar sekolah cukup padat, namun Danica tetap menomorsatukan sekolah. Dia ingin membuktikan, kegiatan di luar tak mengganggu prestasi sekolah. Dan, prestasi belajar cewek satu ini lumayan bagus. Paling tidak, masih di lima besar kelas.


Sulung tiga bersaudara pasangan Ir Kukuh Widiastomo - Retno Wikan Nugroho BSc ini, kini tengah bersiap meraih prestasi puncak di ajang CUPAW. Selain berusaha merebut juara lomba, Danica juga berharap mendapat dukungan masyarakat Yogya untuk meraih gelar bintang favorit melalui polling SMS. Dukungan kepada Danica dikirim ke 3838 dengan cara ketik cupaw danica. Sampai saat ini, peringkat Danica masih di empat besar..

Tuesday, April 19, 2005

SETELAH sukses dengan Cheer Leadersnya, kini SMA Bopkri II (Boda) Yogyakarta mulai mengembangkan modern dance yang saat ini menjadi tarian trend di masyarakat. Sejak 2 tahun terakhir, modern dance masuk ke dalam kegiatan ekstrakulikuler. Bahkan Boda telah membentuk grup dance andalan yang diberi nama Breezy Dance. Meski usianya tergolong muda, grup yang dimotori 10 penari inti siswa kelas I dan II ini telah banyak meraih prestasi. Di antaranya Juara I Dance Competition Marina di Malioboro Mall Januari lalu, Juara I Smart Student Party 2004 yang diikuti SMA se-DIY dan Juara II Padmanaba Dance Competition. Grup ini juga sering diminta tampil memeriahkan acara di kampus-kampus, hotel, kompetisi olahraga bahkan ulang tahun Departemen Kesehatan.

Nunuk selaku manajer tim beberapa waktu lalu mengemukakan, sejak awal Boda sudah mengembangkan cheer leaders. Dengan mengikuti perkembangan zaman, pihak sekolah sepakat untuk melangkah lebih maju dengan mengenalkan modern dance ke siswa. Melihat animo siswa yang besar, kami mengangkat 2 pelatih Yuli dan Tanti yang dulu juga alumnus Boda dan aktif di cheer leaders, lanjut Nunuk. Keempat pemain inti Nicha, Yael, Anggi dan Rosi mengemukakan, banyak hal positif yang bisa diambil dari kegiatan ini. Di antaranya melatih ketrampilan, kepercayaan diri, menyehatkan badan dan melatih keberanian yang tidak pernah diajarkan di sekolah.

Kami sangat bangga dengan prestasi yang telah berhasil diraih. Selain menambah pengalaman juga bisa nambah uang saku kalau kita diminta tampil di suatu acara, kata Yael, kapten tim..

Tuesday, February 08, 2005

Anti Narkoba

Sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Yogyakarta. Kelompok Antinarkoba SMU Bopkri 2 (BODA) Yogyakarta, akan menggelar kegiatan Kampanye Simpatik Antinarkoba Selasa 8 februari 2005 Pukul 09:00 - 12:00 wib.

Menurut Ketua Panitia, kegiatan ini sekaligus untuk mendukung Program Pemkot Yogyakarta 2015 Bebas Narkoba. Kegiatan ini juga mendapat dukungan Pemkot yogyakarta, Dinas P dan P Yogyakarta, Poltabes Yogyakarta, Granat, Badan Narkotika Kota Yogyakarta, dan kelompok-kelompok lain yang menolak penyalahgunaan narkoba. Kampanye Simpatik Antinarkoba bakal diikuti kurang lebih 1000 orang warga SMU BODA. Start di finis di halaman SMU BODA, peserta berjalan kaki menyusuri rute ke arah SMAN 9, SMAN 6, SMA Stella Duce, SMAN 3, SMA BOSA dan kembali ke SMA BODA. Kampanye Simpatik ini di liput Stasiun RCTI, Stasiun TV7, Stasiun RBTV, Stasiun JogjaTV, TVRI, Radio RBFM, Radio Prambors Jogjakarta, Koran Kedaulatan Rakyat, Koran Radar Jogja..

Narkoba Tiket Menuju Neraka ....Waspadalah waspadalah

Wednesday, October 13, 2004

Model


Nama Lengkap : Diana Prautami Anggalarang
Tempat/Tanggal Lahir : Tasikmalaya, 20 November 1981
Pendidikan : Mahasiswi
Bahasa yang dikuasai : -
Tinggi/Berat Badan : 161 cm/43 kg
Bra/Celana/Sepatu : 34/26/38
Warna Rambut : Hitam
Warna Mata : Coklat
Warna Kulit : Sawo Matang




Pengalaman
Non-modelling:
1. Tari bersama Yogyakarta Dance Company(YDC)
2. Aksi Gaya Rexona (1999)
3. Pengisi "Two on two" Starmild (1999)
4. Launching Produk OTSUKA Yogyakarta (2000)
5. Produk pupuk Yogyakarta (2000)
6. Pengisi New Year Radisson Hotel (2002)
7. Juara I Gamelan Gaul (2000)
8. Bintang Tamu Formula (2001)
9. Bintang Tamu "Jomblo party" (2001)

Modelling:
1. Juara 3 puteri Matahari (1992)
2. Juara 1 Busana muslim Matahari (1993)
3. Juara 3 Lukisan Payung (1993)
4. Pengajar Dance dan cheerleader SMU BODA (2001)
5. Pengajar colour guard SMU BODA (2001)

Wednesday, April 14, 2004

Nyambi Kerja

Tidak sedikit pelajaran yang nyambi kerja. Itu dilakukan diluar jadwal sekolah. Mesti sudah berusaha mengatur djadwal sekolah sebaik mungkin agar tidak benturan, tuntuntan jadwal pentas/syuting mengharuskan pelajar yang bersangkutan harus bolos sekolah. Ini dilakukan pelajar yang kebetulan menjadi artis sinetron/penyanyi. Acara bolos sekolah ini bila terlanjur kontrak dan mengejar jadwal tayang/pentas. Seperti diakui Dhanica Vania Yosi Kendra, Siswa Kelas II SMA BODA ini, dilematis saat harus syuting sinetron pada jam sekolah, sebenarnya sangat berat, antara karier dan sekolah, tidak boleh saling berbenturan

Tapi mau bagaimana lagi, ketika ada jadwal syuting pada jam sekolah, terpaksa salah satu harus dikorbankan untuk sementara," kata Dhanica yang akrab dipanggil Nia yang pernah membintangi beberapa Sinetron. Antara lain Tirai Kehidupan, Jejak Langakah dan Gita Cinta dari SMA. Selain main Sinetron, Nia juga Penyiar Radio dan aktif di Model. Untuk siaran dan model jadwalnya jelas sekali di luar syuting, tidak punya kemampuan menghindari jadwal yang benturan dengan jam sekolah. " Kalau satu adegan tertunda, berarti jadwal syuting secara keseluruhan ikut tertunda. Tentu produser tak ingin ini terjadi, " katanya. Sebenarnya sangat berat bila harus sering bolos sekolah demi syuting sinetron,tetapi apa hendak dikata, menurutnya keduanya sama beratnya, sehingga lebih mengedepankan skala prioritas. Artinya, kalau sekolah hanya pelajaran biasa dan tidak ada ujian, Nia memutuskan syuting. Pertimbangannya masih bisa mengejar ketinggalan pelajaran dengan belajar sendiri di rumah dan pinjam catatan teman. Tetapi kalau ada ujian, terpaksa harus menomerduakan syuting, " akunya sambil menambahkan, untung pihak sekolah sangat peduli dan memahami kesibukan siswa-siwanya yang punya aktifitas positif di luar. memberi toleransi dengan konsekuensi harus siap belajar sendiri di rumah untuk menyesuaikan dengan materi yang sudah diberikan dari kelas. .

Selama ini Nia bisa mengalami dengan baik. Tak heran , meski semester 2 saat kelas I kemarin sibuk syuting Gita Cinta dari SMA dan sering bolos sekolah, prestasi dikelasnya cukup bagus, masuk rangking 3 besar. Berkat kecerdasannya Nia maju dalam lomba debat anatar sekolah sebaga duta SMA BODA Jogjakarta." tandasny

Wednesday, March 31, 2004

Outbound

Belajar tak hanya di dalam kelas. Di alam terbuka pun jadilah. memanfaatkan alam terbuka sebagai media belajar (outbound), justru sedang diminati pelajar. Pihak sekolah pun banyak yang memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menambah wawasan dan kerjasama antarsiswa.

Apa sih untungnya outbound bagi pelajar? Benarkah outbound bisa mengakrabkan persaudaraan antar pelajar? Salah satu pelajar yang pernah mengikuti outbound adalah Doni maulistya. pelajar SMU Boda yogya ini pernah ikut outbound saat latihan dasar kepemimpinan (LDK) OSIS di Kalikuning , Sleman. pengakuannya, ia banyak mendapat pengalam baru. Di samping juga merasakan suasana yang lebih segar. Atas dasar itulah, Sekretaris I OSIS SMU Boda ini mengakui manfaat positif outbound. "cara memberikan materinya cukup mengasyikkan. Kita tidak terasa kalau sedang mendapat bimbingan, sebab diberikan sambil bermain. Tidak ada ketegangan saat menjalananinya," papar Doni.

Di sekolahnya, memang ada jadwal outbound terutama untuk kelas III. Sedang kelas I & II tergantung kalau ada kegiatan. Beberapa hari lalu, Doni dan teman-temannya juga baru saja ikut outbound di Bebeng, yang diselenggarakan sebuah lembaga. Doni cs mewakili sekolahnya. Di mata Doni, outbound tidak membosankan bagi pelajar. Bisa menjadi ajang mengenal alam lebih jauh lagi. Nilai-nilai yang ada tidak bisa didapatkan di kelas, bisa muncul di kegiatan tersebut. Doni menyebutkan, nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Ketika kegiatan di langsungkan, beberapa siswa yang terlibat bisa berinteraksi. Itulah yang bisa dibanggakan dari outbound. .

Begitu bermanfaatnya, Doni menyarankan agar pengurus OSIS harus digembleng lewat outbound terlebih dahulu, sebelum bertugas. Jika memungkinkan, seluruh siswa juga bisa diberi kesempatan merasakannya. "Kalau bermanfaat, kenapa tidak diberikan pada semua siswa," tandasnya

maret 31, 2004
Belajar tak hanya di dalam kelas. Di alam terbuka pun jadilah. memanfaatkan alam terbuka sebagai media belajar (outbound), justru sedang diminati pelajar. Pihak sekolah pun banyak yang memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menambah wawasan dan kerjasama antarsiswa.
Apa sih untungnya outbound bagi pelajar? Benarkah outbound bisa mengakrabkan persaudaraan antar pelajar? Salah satu pelajar yang pernah mengikuti outbound adalah Doni maulistya. pelajar SMU Boda yogya ini pernah ikut outbound saat latihan dasar kepemimpinan (LDK) OSIS di Kalikuning , Sleman. pengakuannya, ia banyak mendapat pengalam baru. Di samping juga merasakan suasana yang lebih segar. Atas dasar itulah, Sekretaris I OSIS SMU Boda ini mengakui manfaat positif outbound. "cara memberikan materinya cukup mengasyikkan. Kita tidak terasa kalau sedang mendapat bimbingan, sebab diberikan sambil bermain. Tidak ada ketegangan saat menjalananinya," papar Doni.
Di sekolahnya, memang ada jadwal outbound terutama untuk kelas III. Sedang kelas I & II tergantung kalau ada kegiatan. Beberapa hari lalu, Doni dan teman-temannya juga baru saja ikut outbound di Bebeng, yang diselenggarakan sebuah lembaga. Doni cs mewakili sekolahnya. Di mata Doni, outbound tidak membosankan bagi pelajar. Bisa menjadi ajang mengenal alam lebih jauh lagi. Nilai-nilai yang ada tidak bisa didapatkan di kelas, bisa muncul di kegiatan tersebut. Doni menyebutkan, nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Ketika kegiatan di langsungkan, beberapa siswa yang terlibat bisa berinteraksi. Itulah yang bisa dibanggakan dari outbound. .
Begitu bermanfaatnya, Doni menyarankan agar pengurus OSIS harus digembleng lewat outbound terlebih dahulu, sebelum bertugas. Jika memungkinkan, seluruh siswa juga bisa diberi kesempatan merasakannya. "Kalau bermanfaat, kenapa tidak diberikan pada semua siswa," tandasnya

SMU BOPKRI 2 YOGYAKARTA Bod@net